Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak, RS Bhayangkara Lumajang Ikuti Workshop Pengelola Lembaga Peningkatan Kualitas Keluarga
LUMAJANG – RS Bhayangkara Lumajang menegaskan komitmennya dalam mendukung penanganan kasus kekerasan serta peningkatan kualitas keluarga dengan menghadiri Workshop Pengelola Lembaga Penyedia Layanan Peningkatan Kualitas Keluarga. Agenda yang diinisiasi oleh Dinas Sosial PPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) Kabupaten Lumajang ini digelar di Gedung BKPSDM Lumajang, Kamis (24/9/2026).
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 peserta dari berbagai unsur instansi dan lembaga layanan tersebut dibuka secara resmi oleh Hendi Sasmianto, S.Sos. Dalam kesempatan ini, RS Bhayangkara Lumajang mengirimkan perwakilan pelaksana kegiatan, yaitu Pengatur Sugesti Bayu Asih, A.Md.Kep. dan Noviyana Linda S., S.ST.
Sinergi Pentahelix dan Penguatan Layanan Konseling
Workshop menghadirkan narasumber utama Gesi Hayu selaku Ketua Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak Jawa Timur. Pemaparan materi berfokus pada strategi komprehensif penanganan masalah keluarga dan penanganan korban kekerasan, meliputi:
Pencegahan Kekerasan berbasis Masyarakat: Dorongan partisipasi aktif masyarakat melalui literasi sosial, aksi cepat tanggap, penciptaan lingkungan yang aman, serta dukungan pemulihan bagi korban.
Penguatan Ketahanan Keluarga: Strategi penanganan masalah stunting, pencegahan pernikahan usia anak, dan penekanan angka perceraian melalui keterlibatan lintas sektor yang konsisten.
Kemitraan Pentahelix: Kolaborasi erat antara pemerintah, lembaga/instansi kesehatan, akademisi, media, dan masyarakat sebagai kunci keberhasilan program perlindungan perempuan dan anak.
Kompetensi Medis & Konseling: Peningkatan profesionalisme etika petugas, penguasaan keterampilan inti konseling, serta penerapan Psychological First Aid (PFA) dan stabilisasi emosi dalam menangani kasus kedaruratan kekerasan pada perempuan dan anak.
Keikutsertaan RS Bhayangkara Lumajang dalam workshop ini menjadi bagian dari penguatan fungsi Dokpol dan Pelayanan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) rumah sakit dalam memberikan pendampingan medis, visum, serta penanganan psikososial yang responsif dan empati bagi korban kekerasan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan kondusif.